Abi Membuat Saya Menangis
- Chicha Koeswoyo
- 11 Okt 2018
- 3 menit membaca
Abi adalah anak saya yang pertama. Sepertinya dia mewarisi bakat musik dari keluarga kami, keluarga Koeswoyo. Dia suka menyanyi, bermain gitar bahkan menciptakan lagu. Saya bahagia sekali karena buat saya bakatnya ini adalah berkah dari Allah SWT. Sebagai ibunya, saya tentu mendukung apapun cita-citanya selama itu positif dan membuatnya bahagia.
Seperti layaknya anak remaja lainnya, dia sudah punya pacar dan terlihat sangat mencintai kekasihnya itu. Sayangnya hubungan mereka kandas di tengah jalan. Abi sangat terpukul dengan kejadian itu, maklumlah itu adalah cinta pertama baginya. Saya cukup prihatin atas kejadian yang menimpanya. Segala daya upaya saya upayakan untuk membuatnya bangkit, untuk membuatnya ceria kembali seperti sedia kala. Dan itu sama sekali tidak mudah.
Sampai suatu hari, saya mendengar dia menyanyikan sebuah lagu. Beberapa kali dia mengulang beberapa kata dan mengubah notasi dari lagu tersebut. Hmmmā¦rupanya dia sedang membuat lagu baru. Mendengar lirik lagu yang didendangkannya, saya menghela napas panjang. Dari kata-katanya, saya memahami bahwa dia belum juga dapat melupakan mantan pacarnya.
Ketika Abi sedang tidak berada di rumah, saya menemukan kertas bertuliskan lirik lagu yang diciptakan Abi. Lagu tersebut berjudul āHERā Lirik lagu tersebut bunyinya begini:
HER
VERSE 1
Iāve known this girl from my day one
Been think bout her all day
I dont know what to say
Ive been ignoring all of her texts
Sheās now aching far away
probably wondering whereās the right way
Pre Chorus
She donāt seem to understand
I need to stand on my own
She donāt seem to have a clue
Iām bringin something home
Chorus
Hold my hand
Youāre my world
and iām yours
till the end
cause everytime you look out
for me you can always be my
friend
hold my hand
Iām your world
and youāre mine
till the end
Cause when you hold my hand
Iāll bring you everything
You deserve
For Her
VERSE 2
Its 5 AM in the morning
and iām still dreamin of you
what else can i do
Life has been tough
But iām still holdin on
To try and prove to you
Pre Chorus
You donāt seem to understand
I need to stand on my own
You donāt seem to have a clue
Iām bringin something home
Chorus
Hold my hand
Youāre my world
and iām yours
till the end
cause everytime you look out
for me you can always be my
friend
hold my hand
Iām your world
and youāre mine
till the end
Cause when you hold my hand
Iāll bring you everything
You deserve
For Her
āAh anakku, jangan biarkan kesedihan meracunimu. Ada banyak sekali pekerjaan yang lebih penting daripada memuja seseorang yang tidak lagi milik kita,ā keluh saya dengan hati perih.
Malamnya, Abi menghampiri saya, āBunda.ā
āYa, sayangku,ā sahut saya.
āBunda mau denger lagu yang baru Abi ciptakan, gak?ā
āOh, mau dong! Gimana lagunya?ā tanya saya belagak polos.
Abi mengambil gitar lalu duduk di hadapan Ibunya. Dengan penuh perasaan dia mulai bernyanyi. Lagunya yang berjudul āHerā tadi. Penjiwaannya sangat baik sampai membuat saya was-was; Sebegitu besarkah dia memuja perempuan itu? Kalau sampai begitu, sampai kapan dia bisa menyembuhkan dirinya sendiri dari luka? Luka anak adalah derita ibunya. Tanpa terasa mata saya berkaca-kaca.
āGimana Bunda? Suka gak lagunya?ā Saya terlalu larut dalam pikiran saya sendiri sehingga tidak menyadari kalau Abi sudah menyelasaikan lagu itu.
āBagus banget, Bi. Bunda suka,ā sahut saya masih menyesalkan kenapa dia masih fokus pada mantannya.
āBunda serius suka? Atau cuma mau nyenengin anaknya?ā tanyanya lagi.
āIya, Bunda suka. Itu lagu terindah dari semua lagu yang pernah ada di dunia ini,ā Saya menjawab sambil menunduk karena takut dia melihat mata saya yang berkaca-kaca.
āTerima kasih Bunda. Lagu ini Abi kasih judul āHerā.
āOh ya? Judulnya simple dan liriknya bagus banget,ā jawab saya lagi.
āYa, harus bagus, dong. Karena lagu itu Abi ciptakan untuk Bunda,ā kata Abi tak terduga.
āHeh? Lagu itu kamu buat untuk Bunda? Serius?ā Saya terperanjat dan tidak percaya pada pendengaran saya sendiri.
āIya, untuk Bunda. Emang Bunda kira buat siapa?ā tanya Abi.
āHuhuhuhuhuhuhuā¦.ā Kali ini tangis saya tidak bisa ditahan lagi. Saya langsung memeluk anak itu erat-erat.
āLoh? Bunda kok nangis? Bunda kenapa?ā Abi keheranan melihat kelakuan saya yang dianggapnya aneh.
āBunda nangis karena terharu kamu mau menciptakan lagu buat Bunda. Bunda bahagia sekali. Lagu itu adalah hadiah terbaik yang pernah Bunda terima dalam hidup ini.ā sahut saya dengan suara sesunggukan.
Terima kasih Tuhan. Maafkan saya yang telah berperasangka buruk. Terima kasih karena anak saya ternyata adalah seorang pemuda yang kuat. Seorang pemuda yang mampu bertahan dari gelombang kehidupan yang dihadapinya








Komentar