Abi Membuat Saya Menangis



Abi adalah anak saya yang pertama. Sepertinya dia mewarisi bakat musik dari keluarga kami, keluarga Koeswoyo. Dia suka menyanyi, bermain gitar bahkan menciptakan lagu. Saya bahagia sekali karena buat saya bakatnya ini adalah berkah dari Allah SWT. Sebagai ibunya, saya tentu mendukung apapun cita-citanya selama itu positif dan membuatnya bahagia.


Seperti layaknya anak remaja lainnya, dia sudah punya pacar dan terlihat sangat mencintai kekasihnya itu. Sayangnya hubungan mereka kandas di tengah jalan. Abi sangat terpukul dengan kejadian itu, maklumlah itu adalah cinta pertama baginya. Saya cukup prihatin atas kejadian yang menimpanya. Segala daya upaya saya upayakan untuk membuatnya bangkit, untuk membuatnya ceria kembali seperti sedia kala. Dan itu sama sekali tidak mudah.

Sampai suatu hari, saya mendengar dia menyanyikan sebuah lagu. Beberapa kali dia mengulang beberapa kata dan mengubah notasi dari lagu tersebut. Hmmm…rupanya dia sedang membuat lagu baru. Mendengar lirik lagu yang didendangkannya, saya menghela napas panjang. Dari kata-katanya, saya memahami bahwa dia belum juga dapat melupakan mantan pacarnya.

Ketika Abi sedang tidak berada di rumah, saya menemukan kertas bertuliskan lirik lagu yang diciptakan Abi. Lagu tersebut berjudul “HER” Lirik lagu tersebut bunyinya begini:

HER

VERSE 1

I’ve known this girl from my day one Been think bout her all day I dont know what to say Ive been ignoring all of her texts She’s now aching far away probably wondering where’s the right way

Pre Chorus

She don’t seem to understand I need to stand on my own She don’t seem to have a clue I’m bringin something home

Chorus

Hold my hand You’re my world and i’m yours till the end

cause everytime you look out for me you can always be my friend

hold my hand I’m your world and you’re mine till the end

Cause when you hold my hand I’ll bring you everything You deserve For Her

VERSE 2

Its 5 AM in the morning and i’m still dreamin of you what else can i do Life has been tough But i’m still holdin on To try and prove to you

Pre Chorus

You don’t seem to understand I need to stand on my own You don’t seem to have a clue I’m bringin something home

Chorus

Hold my hand You’re my world and i’m yours till the end

cause everytime you look out for me you can always be my friend

hold my hand I’m your world and you’re mine till the end

Cause when you hold my hand I’ll bring you everything You deserve For Her

“Ah anakku, jangan biarkan kesedihan meracunimu. Ada banyak sekali pekerjaan yang lebih penting daripada memuja seseorang yang tidak lagi milik kita,’ keluh saya dengan hati perih.

Malamnya, Abi menghampiri saya, “Bunda.”

“Ya, sayangku,” sahut saya.

“Bunda mau denger lagu yang baru Abi ciptakan, gak?”

“Oh, mau dong! Gimana lagunya?” tanya saya belagak polos.

Abi mengambil gitar lalu duduk di hadapan Ibunya. Dengan penuh perasaan dia mulai bernyanyi. Lagunya yang berjudul ‘Her’ tadi. Penjiwaannya sangat baik sampai membuat saya was-was; Sebegitu besarkah dia memuja perempuan itu? Kalau sampai begitu, sampai kapan dia bisa menyembuhkan dirinya sendiri dari luka? Luka anak adalah derita ibunya. Tanpa terasa mata saya berkaca-kaca.

“Gimana Bunda? Suka gak lagunya?” Saya terlalu larut dalam pikiran saya sendiri sehingga tidak menyadari kalau Abi sudah menyelasaikan lagu itu.

“Bagus banget, Bi. Bunda suka,” sahut saya masih menyesalkan kenapa dia masih fokus pada mantannya.

“Bunda serius suka? Atau cuma mau nyenengin anaknya?” tanyanya lagi.

“Iya, Bunda suka. Itu lagu terindah dari semua lagu yang pernah ada di dunia ini,” Saya menjawab sambil menunduk karena takut dia melihat mata saya yang berkaca-kaca.

“Terima kasih Bunda. Lagu ini Abi kasih judul ‘Her’.

“Oh ya? Judulnya simple dan liriknya bagus banget,” jawab saya lagi.

“Ya, harus bagus, dong. Karena lagu itu Abi ciptakan untuk Bunda,” kata Abi tak terduga.

“Heh? Lagu itu kamu buat untuk Bunda? Serius?” Saya terperanjat dan tidak percaya pada pendengaran saya sendiri.

“Iya, untuk Bunda. Emang Bunda kira buat siapa?” tanya Abi.

“Huhuhuhuhuhuhu….” Kali ini tangis saya tidak bisa ditahan lagi. Saya langsung memeluk anak itu erat-erat.

“Loh? Bunda kok nangis? Bunda kenapa?” Abi keheranan melihat kelakuan saya yang dianggapnya aneh.

“Bunda nangis karena terharu kamu mau menciptakan lagu buat Bunda. Bunda bahagia sekali. Lagu itu adalah hadiah terbaik yang pernah Bunda terima dalam hidup ini.” sahut saya dengan suara sesunggukan.

Terima kasih Tuhan. Maafkan saya yang telah berperasangka buruk. Terima kasih karena anak saya ternyata adalah seorang pemuda yang kuat. Seorang pemuda yang mampu bertahan dari gelombang kehidupan yang dihadapinya

198 tampilan

Chicha Koeswoyo 

Caleg DPR RI PDI Perjuangan

Dapil Jakarta Timur Nomor Urut 4

Dulu Penyanyi Anak, Kini Peduli Anak

Email: una@chichakoeswoyo.com

Jl. Pusdiklat Depnaker No. RT 014/06 Makassar, Kota Jakarta Timur Daerah Khusus Ibukota Jakarta

Warung Chicha

© 2018  Chicha Koeswoyo Personal Website By Kawan Chicha

  • Instagram - White Circle
  • Facebook - White Circle
  • Twitter - White Circle
  • YouTube - White Circle
  • Google+ - White Circle
  • Pinterest - White Circle