Sharing Ke-6 #CINTACHICHA. Memahami Bahasa Mata Anak

Diperbarui: 14 Nov 2018


Sharing Ke-6 #CINTACHICHA. Memahami Bahasa Mata Anak

INTRO


Kawan Chicha, Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Nggak berasa kita sudah masuk ke momen Sharing ke-6 saja ya. Dan hari ini bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda. Selamat Hari Sumpah Pemuda, Indonesia, semoga ruhnya tetap menjadi semangat anak-anak muda kita ya.


Di Sharing Cinta Chicha kali ini, saya akan membahas satu trik untuk memahami kondisi batin, emosi, dan peta mental anak kita lewat bahasa matanya. Ini trik sangat simpel sebenarnya, dan sudah dilakukan oleh banyak sekali orang di dunia. Sayang, tidak banyak orangtua Indonesia tahu dan menerapkannya. Jadi tema sharing kita malam ini: MEMAHAMI BAHASA MATA ANAK.


MEMAHAMI BAHASA MATA ANAK


Kawan Chicha,

Di sharing minggu lalu saya udah pernah bahas tentang cara memahami tipe anak kita, apakah tipe Visual, tipe Auditori, tipe Kinestetik, tipe Olfactory (yang penciumannya kuat) atau tipe Gustatory (yang pencerapannya kuat). Di sharing itu, cara mengamatinya adalah dengan melihat pola kata/bahasa yang anak gunakan.


Nah, saat ini, saya ingin sharing, bahwa MATA anak kita pun adalah "bahasa" yang bisa kita tangkap maknanya. Gimana caranya? Simpel banget.


Kawan Chicha,

Ada pepatah bilang, mata adalah pintu jiwa. Ternyata benar juga lho. Di dalam disiplin Neuro Linguistic Programing (NLP) alias bahasa pemerograman otak manusia, dipercayai memang ada hubungan kuat antara gerak mata dan proses internal diri manusia. Istilahnya, Eye Accessing Cues, yaitu pola gerak mata yang dilakukan manusia secara otomatis saat ia mengakses informasi tertentu. Dikatakan secara otomatis karena dilakukan atas kendali bawah sadar.


Nah, pola gerak mata ini, bisa Kawan Chicha gunakan dalam memahami suasana batin, peta mental dan keadaan emosi anak. Bila kebetulan anak menutup-nutupi sesuatu, padahal ini penting buat kita, maka pola gerak mata ini sangat membantu kita.

Tentu tujuannya bukan untuk "mendikte" anak ya, atau untuk mengintervensi ruang privasi anak. Sama sekali kita sebagai orang tua bahkan tidak memiliki hak untuk itu. Kita harus menerapkan ini dengan bijak, demi kebaikan anak.


Nah, Kawan Chicha, sebelum kita lanjut, Kawan Chica boleh melakukan eksperimen dulu seperti ini.



Silakan gunakan HP, dan rekam dengan kamera video, wajah anak Anak kita, sambil coba tanya hal berikut (kamera fokus ke wajah, terutama MATA-nya ya):

  1. Coba De, bayangin SUARA penyanyi kesukaan kamu sedang nyanyiin lagu yang paling kamu suka. (Kasih waktu)

  2. Sekarang, bayangin, kalo kamu NANTI punya kamar, kamu mau warna CAT kamar kamu, warna apa? (Kasih waktu)

  3. Sekarang, coba bayangin, guru sekolah yang paling kamu sukai. (Kasih waktu)

  4. Sekarang coba kamu pikirin ya: Kalo kamu disuruh milih, kamu milih jadi orang Kaya... Orang Baik... Pemilik Perusahaan... Dokter, Desainer, Gamer, atau Konglomerat? (Kasih waktu)

  5. Cukup segini aja kali, hehehe…

Nanti REKAM ya, habis itu analisis gerak matanya, dan sesuaikan dengan yang akan kita bahas berikut ini.


Di NLP ada 2 pola gerakan mata yang memiliki tanda tersendiri.

  1. Pola gerak ke arah KIRI berarti anak sedang MEMBAYANGKAN sebuah GAMBARAN yang PERNAH DIALAMI

  2. Pola gerak ke arah KANAN berarti subjek sedang MEMBUAT sebuah GAMBARAN yang BELUM PERNAH DIALAMI

Ini tentu polanya terbalik dengan anak yang kidal ya. Nah, 2 gambaran besar ini membentuk pola-pola detail sebagai berikut:

  1. Jika Mata bergerak ke arah KIRI ATAS berarti ia sedang MENGINGAT atau membayangkan VISUAL tertentu yang pernah ia alami. Misal, mengingat sebuah tempat yang pernah ia kunjungi; mengingat sosok seseorang yang pernah ia kenal; dll. Kalo di pertanyaan di atas, pola matanya akan berlaku pada pertanyaan: “Coba bayangin, guru kesukaan kamu di sekolah.”

  2. Kalo matanya bergerak ke arah KIRI DATAR/HORISONTAL, berarti ia sedang mengingat SUARA tertentu yang pernah ia dengar. Kalo dalam pertanyaan di atas, gerak mata ini akan berlaku pada pertanyaan: “Bayangin SUARA penyanyi kesukaan kamu?”

  3. Kalo mata anak kita bergerak ke arah pojok kiri bawah, maka berarti anak sedang melakukan DIALOG INTERNAL/PERCAKAPAN BATIN. Ia sedang menimbang-nimbang sesuatu. Pola mata seperti ini, kalo dikaitkan di pertanyaan di atas, akan sesuai polanya dengan pertanyaan: Kalo kamu disuruh milih, kamu milih jadi orang Kaya... Orang Baik... Pemilik Perusahaan... Dokter... Desainer... Gamer... atau Konglomerat?

  4. Bila gerak MATA ke arah KANAN ATAS, maka ia sedang MEMBANGUN gambaran sebuah VISUAL. VISUAL atau GAMBARAN ini belum ia alami sebelumnya. Bahasa simpelnya, anak sedang "ngarang". Kalo dikaitkan ke pertanyaan di atas, pola mata ini akan terbentuk ketika anak ditanya: Sekarang, bayangin, kalo kamu NANTI punya rumah baru, kamu mau warna CAT kamar kamu, warna apa?

  5. Kalo mata bergerak ke samping KANAN DATAR/HORISONTAL, maka anak sedang MEMBUAT sebuah gambaran SUARA yang belum pernah dialaminya. Misal, kalo anak kita diminta membayangkan, seandainya bonekanya punya suara, suara kayak gimana kira-kira karakternya.

  6. Kalo mata bergerak ke arah BAWAH KANAN, berarti ia sedang mengakses sekaligus MERASAKAN SENSASI PENGALAMANNYA. Ia sedang menggunakan sensor kinestetiknya untuk merasakan emosi, sensasi dan suasana masa lalunya. Misal, kalau anak sedang mengingat apa yang IA RASAKAN saat jatuh dari sepeda, dll.

Nah, Kawan Chicha,

Sekarang Kawan Chicha sudah punya bekal untuk menyelami rahasia mental anak kita lewat gerak matanya saat ia berbicara pada kita. Apakah ia sedang menceritakan pengalamannya, sedang mengarang sebuah cerita, atau sedang bingung (konflik batin).


Dengan menguasai teknik pengamatan ini, tentu kita bisa jadi orang tua yang wise, yang senantiasa memahami batin anak kita. Dan karenanya, kita menjadi dekat dengan anak kita. Tentu bila penguasaan teknik ini diiring motivasi "kepo", yang senantiasa malah ingin membongkar rahasia anak kita, yang terjadi malah sebaliknya.


Anak kita akan merasa kita "sok tau", suka intervensi, dan malah membuatnya jauh.

Dengan demikian, sekali lagi, kita harus bijak menerapkannya. ***

PENUTUP

Demikian Kawan Chicha, selamat membaca dan menerapkannya.


Semoga bermanfaat. Terima kasih. Wabillahi taufik walhidayah, wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


CHICHA KOESWOYO


#Chichaisb4ck #DuluPenyanyiAnak #KiniPeduliAnak #CHIldrenCHAracter


*Tulisan ini dapat dibaca juga di Facebook page Chicha Koeswoyo

Link: https://www.facebook.com/chichakoeswoyo2017/posts/2228251204163694

12 tampilan

Chicha Koeswoyo 

Caleg DPR RI PDI Perjuangan

Dapil Jakarta Timur Nomor Urut 4

Dulu Penyanyi Anak, Kini Peduli Anak

Email: una@chichakoeswoyo.com

Jl. Pusdiklat Depnaker No. RT 014/06 Makassar, Kota Jakarta Timur Daerah Khusus Ibukota Jakarta

Warung Chicha

© 2018  Chicha Koeswoyo Personal Website By Kawan Chicha

  • Instagram - White Circle
  • Facebook - White Circle
  • Twitter - White Circle
  • YouTube - White Circle
  • Google+ - White Circle
  • Pinterest - White Circle