Chicha Koeswoyo 

Caleg DPR RI PDI Perjuangan

Dapil Jakarta Timur Nomor Urut 4

Dulu Penyanyi Anak, Kini Peduli Anak

Email: una@chichakoeswoyo.com

Jl. Pusdiklat Depnaker No. RT 014/06 Makassar, Kota Jakarta Timur Daerah Khusus Ibukota Jakarta

Warung Chicha

© 2018  Chicha Koeswoyo Personal Website By Kawan Chicha

  • Instagram - White Circle
  • Facebook - White Circle
  • Twitter - White Circle
  • YouTube - White Circle
  • Google+ - White Circle
  • Pinterest - White Circle

Sharing Ke-9 #CINTACHICHA MENGENALI 20 PROBLEM ANAK


Sharing Ke-9 #CINTACHICHA. MENGENALI 20 PROBLEM ANAK

INTRO Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Kawan, Chicha, senang sekali kita bisa bertemu lagi malam ini. Insya Allah semuanya sehat ya. Aaamiiin.


Kalau minggu lalu kita sudah bahas "20 Momen Sugestif Anak", saat ini saya akan membawakan topik "Mengenali 20 Problem Anak". Tentu dengan cara simpel mengatasinya. Semoga ini bisa menjadi panduan kawan-kawan ya.

MENGENALI 20 PROBLEM ANAK


Kawan Chicha, Rasa minat besar saya untuk mendalami ihwal anak, membawa saya pada banyak perbincangan dengan teman-teman psikolog dan ahli hipnoterapi, juga bacaan-bacaan seputar anak. Dari pergumulan itu, saya menemukan, lebih kurang ada 20 masalah mental anak yang kerap kali muncul. Tentu dengan akar penyebab berbeda-beda.


Meskipun akarnya beda, biasanya ada pola tertentu yang sama. Sebagai contoh, fobia pelajaran di sekolah. Banyak didapat penyebabnya adalah trauma terhadap perlakuan guru pelajaran tersebut; trauma atas bimbingan orangtua terkait dengan pelajaran tersebut; olok-olok teman karena anak tidak mampu menguasai pelajaran tersebut; atau rasa frustrasi berkepanjangan karena sulitnya pelajaran tersebut.


Berikut ini kedua puluh masalah mental yang kerap menjadi momok anak-anak:

  1. Bingung. Ini adalah masalah mental ringan yang biasanya ditimbulkan akibat adanya konflik diri. Anak berada dalam dua atau lebih kepentingan yang berseberangan. Untuk mengatasinya, rilekskan anak, atau tunggu momen-momen sugestif seperti yang sudah dibahas di sesi minggu lalu. Kemudian, katakan sugesti berikut ini: “Nak, mulai sekarang dan seterusnya, kamu adalah anak yang sangat percaya diri. Kamu mampu memutuskan apa pun yang terbaik menurutmu. Sehingga kini kamu lega dan bahagia.”

  2. Stres. Emosi ini biasanya muncul ketika anak mengalami konflik baik dengan dirinya maupun orang lain. Bisa juga karena anak frustrasi atau mengalami krisis, yaitu goncangan yang dialaminya secara tiba-tiba. Cara mengatasinya, bimbing anak untuk rileks, mulai dari merilekskan kepalanya, wajahnya, matanya, lehernya, kedua lengan hingga telapak tangannya, perutnya, pahanya, kedua betis hingga kedua telapak kakinya. Atau tunggu salah satu dari 20 momen sugestif dia (seperti dibahas minggu lalu). Kemudian, katakan sugesti berikut: “Nak, mulai sekarang dan seterusnya, kamu adalah anak yang sehat. Setiap tarikan napasmu, menyerap energi positif yang membuat tubuhmu segar dan semakin sehat. Setiap embusan napasmu, melepaskan semua beban pikiran dan tekanan sehingga kamu semakin merasa lega dan nyaman. Mulai sekarang dan seterusnya, kamu selalu tenang, selalu nyaman, selalu tegar, kuat dan bahagia.”

  3. Marah. Perasaan marah hadir sebagai reaksi anak karena merasa kecewa, frustrasi, terancam, atau karena tekanan-tekanan lainnya. Rilekskan anak, atau tunggu momen sugestifnya. Sugestikan kata-kata berikut ini: “Nak, karena perasaan marah itu ibarat belenggu yang mengekang kamu, maka lepaskan. Biarkan mulai sekarang dan seterusnya, kamu memilih untuk tenang, nyaman dan bahagia. Maafkan orang yang telah mengecewakanmu/membuatmu terancam/menekanmu, karena dengan memaafkannya, kamu berarti menyayangi dirimu sendiri. Kamu berarti membebaskan diri dari deraan pikiran negatif yang mengekangmu. Lepaskan. Karena kamu berhak untuk tenang dan bahagia.”

  4. Melawan. Biasanya, sikap anak seperti ini adalah bentuk ia mencari perhatian Anda. Melawan mirip dengan marah, adalah sebuah reaksi karena ia kecewa, terancam, dan tertekan. Rilekskan anak, atau di momen sugestif, ucapkan kalimat ini: “Nak, mulai sekarang dan seterusnya, hari demi hari kamu lalui dengan sehat dan bijak. Mulai sekarang dan seterusnya, kebijaksanaanmu membimbingmu, untuk senantiasa melakukan hal terbaik yang harus kamu lakukan. Mulai sekarang dan seterusnya, kamu adalah anak baik, semakin baik, dan bahagia.”

  5. Malas Belajar. Ada banyak penyebabnya. Bisa karena anak addict terhadap hal lain seperti games, bisa karena ia bersentuhan dengan sulitnya pelajaran terkait, bisa juga karena ia trauma akan kejadian yang berhubungan dengan mata pelajaran tersebut. Bimbing anak untuk rileks, atau di momen sugestif, katakan hal berikut ini: “Nak, mulai sekarang dan seterusnya, kamu adalah anak yang rajin. Karena rajin, kamu semakin giat dan semangat belajar. Karena semangat belajar, kamu semakin pintar. Dan karena kamu semakin pintar, maka kamu adalah anak yang sukses dan bahagia. Mulai sekarang dan seterusnya, semangat belajarmu semakin meningkat, dan daya ingatmu semakin kuat.”

  6. Fobia Pelajaran. Banyak sekali kasus ini terjadi. Menurut teman hipnoterapis saya, biasanya anak trauma akibat perlakuan guru pelajaran terkait; trauma akibat olok-olok teman karena ketidakmampuannya atas pelajaran tersebut; atau trauma karena cara orangtua yang kasar saat membimbingnya belajar. Kondisikan anak rileks, atau amati momen sugestifnya. Katakan, “Nak, mulai sekarang dan seterusnya, kamu begitu menyenangi (misalnya) pelajaran matematika. Setiap kamu belajar matematika, kecerdasan kamu semakin terlatih dan semakin tajam. Daya ingat kamu semakin kuat. Dan karenanya, kamu semakin percaya diri dan semakin bahagia.”

  7. Trauma. Ini berhubungan dengan peristiwa masa lalu. Ini juga berkaitan dengan memori. Trauma adalah sebab. Simtomnya bisa fobia, bisa penyakit psikosomatik (seperi migrain, maag, asma, dll.). Cara mengatasinya adalah dengan membongkar akar masalahnya, atau menekan simtomnya. Untuk membongkar akar masalah, Kawan-kawan harus membawa anak ke hipnoterapis profesional. Bila hanya untuk menekan simtomnya, Kawan-kawan bisa mengucapkan sugesti seperti ini saat anak dalam kondisi rileks atau momen sugestif: “Nak, mulai sekarang dan seterusnya, kamu memutuskan diri untuk bahagia. Mulai sekarang dan seterusnya, segala ketakutan, semua bentuk trauma, musnah, lenyap, dan hilang dari pikiran kamu. Seperti kabut yang disapu cahaya matahari, ketakutan dan trauma itu sirna, berganti keberanian, kekuatan, ketegaran, dan kebahagiaan. Mulai sekarang dan seterusnya, kamu semakin kuat, semakin berani, dan semakin bahagia.”

  8. Tidak Percaya Diri. Tidak percaya diri terkait dengan aspek emosi negatif lainnya, seperti stres, fobia, trauma, bingung, marah, dan sebagainya. Cara mengatasinya, kondisikan anak rileks, atau perhatikan momen sugestifnya. Kemudian, katakan sugesti berikut: “Nak, mulai sekarang dan seterusnya, kamu sangat menghargai diri kamu. Kamu sadar, bahwa setiap tubuh kamu adalah ciptaan Tuhan yang Mahahebat. Bahwa kamu terdiri dari perasaan-perasaan yang beraneka ragam dan ini begitu ajaib. Maka karena kamu begitu menghargai diri kamu, kamu memutuskan diri untuk berani. Mulai sekarang dan setrusnya, kamu adalah anak yang sangat percaya diri, semakin percaya diri, dan jauh lebih percaya diri lagi dari sebelumnya. Karena kamu berhak untuk mensyukuri nikmat Tuhan, dan bahagia.”

  9. Sulit Konsentrasi. Banyak anak mengeluh tentang sulitnya konsentrasi. Biasanya ini terjadi karena anak panik, takut, stres, banyaknya PR yang harus dikerjakan, dan sejenisnya. Bimbing anak untuk rileks, atau intip momen-momen sugestifnya. Katakan dengan lembut: “Nak, mulai sekarang dan seterusnya, semakin hari kamu semakin sehat dan percaya diri. Mulai sekarang dan seterusnya, kamu begitu mudahnya mengendalikan diri seperti apa yang kamu maui. Mulai sekarang dan seterusnya, ketika kamu menginginkan untuk berkonsentrasi, maka dengan mudah kamu bisa konsentrasi. Saat kamu menginginkan untuk fokus, maka dengan gampangnya kamu bisa fokus. Dan karenanya, kamu begitu mudah untuk sukses. Begitu gampang untuk bahagia.”

  10. Daya Ingat Lemah. Keadaan seperti ini juga berkaitan dengan emosi-emosi lainnya, seperti panik, takut, stres, kurang konsentrasi, dan sebagainya. Padahal, setiap manusia ditakdirkan untuk cerdas, dengan kemampuan mengingat 2.300.000 informasi dalam seketika. Karena emosi-emosi negatif, kecerdasan manusia menjadi tertimbun. Bimbinglah anak untuk rileks, atau pada saat momen sugestif, ucapkan kalimat ini: “Nak, karena Tuhan menciptakan kamu dengan kapasitas kecerdasan yang luar biasa, maka mulai sekarang dan seterusnya, kamu adalah anak yang luar biasa. Daya ingat kamu kuat, semakin kuat, dan jauh lebih kuat lagi. Kamu mampu mengingat apa pun yang kamu ingin ingat. Kamu mampu menyimpan semua informasi dalam memorimu, dan kamu bisa memanggilnya dengan mudah kapan saja, di mana saja. Mulai sekarang dan seterusnya, kamu adalah anak yang cerdas, sehat dan bahagia.”

  11. Prestasi Buruk. Kondisi ini penyebabnya banyak. Mental block, malas belajar, trauma terhadap pelajaran bersangkutan, daya ingat lemah, dan aspek emosi negatif seperti di atas lainnya. Kita bisa mensugestikan kalimat berikut untuk anak: “Nak, mulai sekarang dan seterusnya, hari-hari kamu lalui dengan penuh semangat. Daya ingat kamu hebat, semangat belajar kamu kuat. Dan setiap tarikan serta embusan napasmu, mengantarkan kebahagiaan luar biasa ke seluruh bagian tubuhmu. Mulai sekarang dan seterusnya, kamu begitu mudah untuk mencapai apa pun yang kamu impikan. Kamu selalu mampu mencapai sukses. Kamu selalu bisa menggapai prestasi terbaik. Sehingga kamu bangga dan begitu percaya diri. Mulai sekarang dan seterusnya, kamu memutuskan untuk menjadi sangat bahagia.”

  12. Mental Block. Mental block adalah citra diri negatif yang menjadi penghambat sukses dan berhasilnya seseorang. Anak dengan mental block selalu merasa dirinya tidak mampu dan tidak mungkin berhasil melakukan apa pun. Biasanya, hal ini terjadi karena ada program negatif, baik secara sadar maupun tidak disadari. Program negatif ini bisa berasal dari dirinya sendiri, orang-orang sekitar rumah, sekolah, atau teman-temannya. Cara menanganinya adalah dengan membongkar penyebab munculnya mental block tersebut. Cara lainnya, dengan memberi sugesti secara berkala pada anak, baik dalam kondisi rileks dalam atau momen-momen sugestif. Katakan, “Nak, Tuhan memberimu kekuatan dan kemampuan yang begitu luar biasa. Mulai sekarang dan seterusnya, kamu sadar bahwa kamu mampu melakukan apa pun yang ingin kamu lakukan. Kamu sangat percaya pada diri kamu sendiri. Karena memang, kamu begitu cerdas, begitu hebat, dan senantiasa bisa melakukan apa pun yang menurut kamu baik. Mulai sekarang, kabut keraguan yang menyelubungi pikiranmu sirna. Sehingga pikiranmu begitu jernih, percaya diri, dan membuatmu semakin mampu serta semakin bisa mewujudkan apa pun dengan sukses. Karena kamu sadar, kamu berhak untuk berhasil.”

  13. Demotivated. Anak yang kehilangan motivasi bisa disebabkan oleh frustrasi berkepanjangan akibat gagal melakukan sesuatu. Bisa juga karena selalu dibanding-bandingkan dengan kakaknya, adiknya, atau orang lain yang dianggapnya lebih hebat. Kondisi ini bisa membuat anak murung, kurang bergairah, dan prestasinya anjlok. Bimbing anak memasuki kondisi rileks yang dalam, atau tunggu momen-momen sugestifnya. Ucapkan, “Nak, setiap tarikan napasmu, menarik energi positif yang meliputi tubuh dan pikiranmu. Dan setiap embusan napasmu, membuatmu semakin rileks dan rileks lagi. Mulai sekarang dan seterusnya, semangat hidup kamu kian meningkat. Kamu selalu berusaha melakukan yang terbaik dalam hidupmu. Mulai sekarang dan seterusnya, kamu sangat sadar bahwa kamu memiliki masa depan yang cerah. Maka kamu jalani hari demi hari dengan bahagia, dengan ceria, dengan tujuan yang pasti dan terarah, bahwa kamu adalah orang yang sukses dan berhasil. Mulai sekarang dan seterusnya, kamu sadar, bahwa kamu memiliki dan harus memiliki cita-cita. Dan pada saat kamu sadar akan hak tersebut, seluruh sistem tubuh dan pikiran kamu menjalankan segenap kemampuanmu, untuk mewujudkan cita-cita itu. Karena kamu berhak untuk sukses. Untuk bahagia.”

  14. ADHD (Attention Deficit Hyperactive Disorder). Anak ADHD biasanya tidak bisa diam, tidak bisa konsentrasi pada satu hal dalam waktu bersamaan, dan melakukan aktivitas tanpa peduli efeknya. Ciri lainnya mudah lupa, suka cari perhatian, impulsif, ceroboh, sulit diarahkan, dan bahkan agresif. Untuk menanganinya, kalau Kawan-kawan mengalami kesulitan dalam membimbing proses relaksasi anak ADHD, tunggu saja momen-momen sugestifnya. Bisikkan lembut kata-kata ini: “Nak, Ibu sangat menyayangi kamu. Mulai sekarang dan seterusnya, kamu mampu mengendalikan diri kamu. Kamu hanya melakukan apa yang ingin kamu lakukan. Kamu hanya melakukan apa yang baik untuk kamu lakukan. Kamu hanya melakukan apa yang seharusnya kamu lakukan. Mulai sekarang dan seterusnya, kamu mampu menjaga diri kamu. Kamu selalu berhati-hati, selalu waspada, selalu sadar, dan sabar. Tarikan napasmu, membuat daya ingatmu tajam, dan embusan napasmu, membuat kamu selalu tenang. Kamu bahagia, dan cinta Ibu, membuatmu semakin bahagia.”

  15. Kebiasaan Buruk. Menggigit kuku, mengisap jempol, menggaruk-garuk bagian tubuh dalam momen tertentu adalah contoh dari kebiasaan buruk anak. Panik, biasanya menjadi pemicu dari kebiasaan buruk ini. Bila ditelusuri lebih jauh lagi, kebiasaan buruk biasanya muncul karena trauma tertentu. Kebiasaan ini menjadi medium anak untuk mendapatkan ketenangan diri. Cara mengatasinya, biarkan anak rileks yang dalam. Atau tunggu momen sugestifnya. Katakan, “Nak, mulai sekarang dan seterusnya, kamu mampu mengendalikan diri kamu. Kamu begitu sadar akan pentingnya menjaga diri demi kesehatan tubuh kamu. Oleh karena itu, mulai sekarang dan seterusnya, kebiasaan kamu menggigit kuku (sebagai contoh) kamu hentikan. Kamu sangat sadar, bahwa menggigit kuku membuat kesehatan kuku dan jari-jari kamu terganggu. Menggigit kuku adalah hal yang sangat sia-sia. Mulai sekarang dan seterusnya, kamu mampu mengendalikan diri kamu. Dan kamu tumbuh menjadi anak yang percaya diri dan bahagia.”

  16. Games Addiction. Ini banyak sekali menimpa anak. Efeknya, anak menjadi malas belajar, tidak teratur, dan apatis terhadap sekeliling. Belum lagi efek negatif dari konten games itu sendiri. Ajak anak rileks hingga dalam, atau eksplor momen-momen sugestifnya. Sugestikan kata-kata berikut ini: “Nak, mulai sekarang dan seterusnya, kamu tumbuh menjadi anak yang sehat dan mampu mengendalikan diri. Mulai sekarang dan seterusnya, kamu merasa, bahwa games adalah sesuatu yang membosankan. Sehingga mulai sekarang dan seterusnya, kamu hanya bermain games pada waktu yang wajar, terkendali, dan secukupnya saja. Kamu kian sadar, bahwa waktu begitu berharga untuk melakukan hal yang jauh lebih baik daripada games. Karena kamu meutuskan diri untuk sukses dan bahagia.”

  17. Halusinasi. Halusinasi adalah sebuah fenomena persepsi yang mampu memunculkan hal-hal yang tidak ada seakan ada. Bentuk halusinasi bisa penglihatan (positive visual hallucination) dan bisa juga pendengaran (positive audio hallucination). Halusinasi diakibatkan oleh adanya trauma, fobia, tekanan, atau kondisi krisis yang mampu memengaruhi persepsinya. Cara mengatasinya, bimbing anak untuk rileks dalam, atau masukkan sugesti berikut di momen-momen sugestifnya: “Nak, mulai sekarang dan seterusnya, kamu sangat mampu mengendalikan diri. Mulai sekarang dan seterusnya, kuping kamu bekerja dengan sempurna, mendengarkan bunyi-bunyian yang memang bunyi itu nyata ada. Mulai sekarang dan seterusnya, mata kamu bekerja dengan baik, melihat segala sesuatu yang memang benda itu nyata adanya. Kamu mengizinkan kuping dan mata kamu, memberi pendengaran dan penglihatan yang nyata. Sehingga kamu tenang, nyaman, sehat, dan bahagia.”

  18. Ngompol. Anak usia batita, terasa wajar bila masih ngompol. Tapi anak usia 4 tahun ke atas, perlu diberi perhatian khusus bila masih ngompol. Ngompol berhubungan dengan syaraf-syaraf kontrol atau pengendalian diri. Bisa juga berhubungan dengan stres, panik, atau pengalaman traumatik. Biarkan anak rileks hingga dalam atau tangkap momen-momen sugestifnya. Sugestikan, “Nak, mulai sekarang dan seterusnya, kamu adalah anak yang sehat. Anak yang senantiasa tenang, damai, dan mampu mengendalikan diri. Mulai sekarang dan seterusnya, ketika hendak tidur, kamu selalu membiasakan diri pipis sebelumnya. Mulai sekarang dan seterusnya, ketika tidur, kamu senantiasa mampu menjaga celana kamu tetap kering, seprai kamu tetap kering, dan kamu begitu bangga, ketika bangun kamu mendapati diri kamu terbebas dari kebiasaan ngompol. Tersenyumlah karena kamu hebat. Bahagialah karena kamu bisa. Ibu sangat menyayangi kamu.”

  19. Obesitas. Seperti halnya ngompol, obesitas (berat badan berlebihan) berkaitan dengan disiplin dan pengendalian diri. Cara mengatasinya adalah dengan mengedukasi bawah sadar anak untuk mampu mengendalikan dirinya. Rilekskan anak, atau katakana sugesti berikut di momen-momen sugestif anak: “Nak, mulai sekarang dan seterusnya, kamu memutuskan diri untuk sehat dan bahagia. Mulai sekarang dan seterusnya, kamu mampu mengendalikan diri kamu. Kamu hanya makan makanan yang sehat. Kamu hanya makan secukupnya di saat tubuh kamu memerlukan makan. Sehingga mulai sekarang dan seterusnya, berat badan kamu kian hari kian normal, ideal dan proporsional. Mulai sekarang dan seterusnya, bawah sadar kamu menjaga kamu untuk disiplin dalam makan dan memilih makanan. Mulai sekarang dan seterusnya, tubuh kamu menjalankan perintah kamu menuju berat badan normal. Sehingga, kamu menjadi anak yang sangat percaya diri, menarik, sehat dan bahagia.”

  20. Daya Tahan Tubuh Lemah. Kesehatan tubuh sangat erat hubungannya dengan kondisi mental. Saat kondisi mental fit, serangan virus belum tentu sanggup membuat manusia jatuh sakit. Namun, banyak sekali kita jumpai anak yang ringkih. Sedikit-sedikit sakit, sedikit-sedikit drop. Sugesti berikut bisa membantu daya tahan tubuh anak untuk tetap berada dalam kondisi fit. Biarkan anak rileks yang dalam, atau tunggu momen sugestifnya. Katakan, “Nak, tarikan napasmu, membuat tubuhmu semakin sehat. Dan embusan napasmu membuat pikiranmu semakin rileks. Mulai sekarang dan seterusnya, sistem kekebalan tubuh kamu berada dalam kondisi yang sangat sempurna. Daya tahan tubuh kamu mampu mengusir penyakit apa pun yang menyerang kamu. Sehingga kamu senantiasa sehat. Selalu sehat. Semakin sehat. Metabolisme tubuh kamu bekerja dengan sempurna, sehingga kamu senantiasa sehat. Selalu sehat. Semakin sehat. Dari hari ke hari, setiap tarikan napasmu, setiap embusan napasmu, membuat kamu semakin sehat, dan jauh lebih sehat.” ***

PENUTUP

Demikian Kawan-kawan. Bila sudah ada pertanyaan, atau sekadar urun pendapat dan pengalaman, silakan ya. Langsung tulis di kolom COMMENT. Agar semua bisa lebih melengkapi knowledge kita semua.


Terima kasih, dan semoga bermanfaat. Aaamiiin.

Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh.❤️😊


CHICHA KOESWOYO


#Chichaisb4ck #DuluPenyanyiAnak #KiniPeduliAnak #CHIldrenCHAracter

#chichakoeswoyo

89 tampilan